Media Tradisional vs Social Media: Esensi Perbedaannya

Social media mencapai puncak keemasannya pada tahun ini, dan dapat dipastikan perkembangannya akan semakin pesat di sepanjang tahun dan tahu...

Social media mencapai puncak keemasannya pada tahun ini, dan dapat dipastikan perkembangannya akan semakin pesat di sepanjang tahun dan tahun-tahun berikutnya. Facebook sudah memiliki lebih dari 1, 2 milyar pengguna, Google Plus separuhnya, dan Twitter sedikit di bawah Google Plus. Berbagai platform social media baru juga terus bermunculan seiring perkembangan smartphones dan tablets (mobile devices), sehingga memungkinkan adanya interaksi social secara mobile. Ini menandakan bahwa dunia bisnis akan semakin mendapatkan udara segar untuk semakin eksis di dalamnya. Berbagai strategi social media marketing telah dikembangkan, diujicoba, dan diterapkan.
Media Tradisional vs Social Media: Esensi Perbedaannya

Pada dasarnya, banyak bisnis skala kecil telah mampu melakukan campaign di social media dengan baik. Tapi, tidak sedikit pula yang masih meraba-raba dan melakukan perjuangan keras untuk mendapatkan kunci dan peluang marketing yang tepat. Apa permasalahannya? Mengapa tidak sedikit bisnis yang kandas setelah mencoba dunia marketing yang lumayan baru ini?

Salah satunya penyebabnya adalah mereka masih mengadaptasi berbagai cara pemasaran dan promosi di media mainstream. Dengan kata lain, social media masih diidentikkan sebagai media yang memiliki karakteristik sama dengan media tradisional/mainstream; lalu menerapkan teknik pemasaran dan promosi serta strategi konten yang biasa digunakan di media itu.

Agak disayangkan sebenarnya apabila mayoritas bisnis masih mengandalkan cara berpikir tradisional dalam mengoptimalkan keberadaan social media. Tentu ini bukanlah sebuah kesalahan absolut, mengingat sebagian besar dari bisnis masih mengalami masa transisi dari model marketing lama ke model baru yang penuh evolusi ini. Ini hampir sama dengan mengubah paradigma dari offline marketing ke online marketing.

Yang paling penting adalah mengubah mindset yang sudah ada, yaitu dari konsep pemasaran dan promosi tanpa interaksi menjadi pemasaran dan promosi yang penuh dengan interaksi.

Untuk mengawali, setidaknya ada 4 karakteristik dasar yang menjadi pembeda antara media tradisional dan social media. Jika di break-down, akan ditemukan berbagai perbedaan spesifik. Namun setidaknya ada 4 sisi penting.

Perbedaan Social Media dan Media Mainstream

1. Bentuk dan Jenis Komunikasi

Di dalam media tradisional, iklan atau artikel bisnis anda menyampaikan promosi dan informasi sekaligus pesan-pesan marketing anda tanpa anda mengetahui feedback atau respon dari pembaca. Ini bisa dibilang sebagai komunikasi satu arah.

Di social media, komunikasi terjadi dua arah. Saat anda mempublikasikan konten di salah satu platform social media, anda akan menerima feedback, respon, atau komentar mengenai apa yang baru saja anda publikasikan. Anda kemudian bisa merespon kembali, sehingga terjadi sebuah pembicaraan. Melalui feedback, anda bisa mengetahui secara langsung bagaimana pelanggan atau pengguna social media merespon apa yang anda tawarkan.

2. Otoritas dan Kepemilikian

Jika anda menempatkan iklan atau artikel bisnis di media tradisional, maka konten tersebut menjadi “milik” media tradisional dimana anda menempatkannya, lengkap dengan berbagai iklan atau artikel bisnis lain yang berjejal dan kadang membuat konten anda lepas dari perhatian.

Di social media, otoritas atau kewenangan serta kepemilikan akun ada di tangan anda. Anda bisa dengan bebas mempublikasikan dan mengatur jenis konten promosi atau tawaran, mengatur jadwal penerbitan konten, mendesain serta mengkostumisasi konten, serta berinteraksi dengan pelanggan atau calon pelanggan (leads) secara langsung, bebas, personal, dan berkesinambungan.

3. Konektivitas

Masa di mana anda memiliki “keterhubungan” dengan costumer/calon customer di media tradisional sangat pendek. Sebuah harian hanya akan memiliki efek pada satu hari tertentu saja, pada hari selanjutnya mungkin sudah terlupakan dan sudah menjadi bagian dari bungkus makanan.

Di social media, sesaat setelah pelanggan target terhubung dengan akun bisnis, mereka akan terkoneksi dalam jangka waktu lama, mengikuti berbagai update anda, melakukan aktivitas jika tertarik dengan konten anda (share, tweet, retweet, like, favorite, comment, reply, dll). Satu-satunya pemutus hubungan adalah ketika mereka menghentikan konektivitas dengan anda (unfollow, unlike). Anda secara konstan bisa berkomunikasi, membagi informasi mengenai produk, brand, dan membangun hubungan jangka panjang.

4. Konten

Di media tradisional dimana anda harus mematuhi berbagai aturan dan pembatasan ruang sehingga harus berpikir banyak untuk melakukan strategi, baik dalam menciptakan maupun menerbitkan konten.

Social media juga memiliki aturan, namun tidak seketat dan sesempit media tradisional. Karena andalah pemilik akun social media. maka anda bebas menentukan strategi konten apapun yang dirasa tepat, melakukan ujicoba konten, melakuka analisa, serta mempublikasikan jenis konten apapun tanpa ikatan atau aturan ketat.Anda juga bisa menentukan strategi konten untuk menarik konsumen target, mendapatkan kebebasan untuk membagi konten dengan topik berbeda-beda, sehingga bisa mengukur sejauh mana ketertarikan konsumen target.

Poin-poin di atas saya harap bisa memberikan gambaran mengenai dasar marketing di social media, khususnya untuk menggali lebih dalam lagi berbagai strategi dan teknik berpromosi di social media.

COMMENTS

Name

Aceh,23,Adsense,8,BBM,3,Biography,1,Bitcoin,4,Blog,21,Blogger,12,Blogging,55,Business,14,Cerita,3,CPNS,1,Delicious,1,Design,1,DeviantART,1,Digg,1,Dollar,3,Dunia,13,Facebook,5,Flickr,1,Friendster,1,Gambar,2,Game,34,Gmail,1,Google+,4,Hosting,1,Inspirasi,2,Instagram,1,Internet,13,Interview,11,Kesehatan,2,LinkedIn,1,Makalah,7,Marketing,12,Meme,8,Money,3,Motivasi,2,MySpace,1,Outlook,1,Path,1,Pendidikan,10,Pengetahuan,4,Pinterest,1,Plugin,5,PNS,1,Reddit,1,Review,4,Seo,53,Smartphone,5,Social Media,38,Sukses,3,Sumatera Barat,16,Sumatera Utara,3,Templates,1,Tips,6,Toko Online,3,Top10,18,Tumblr,1,Tutorial,29,Tutorial Blog,146,Twitter,3,Umum,9,Vimeo,1,VK,1,Weebly,1,WhatsApp,1,Widget,55,Wisata,4,WordPress,14,Yahoo,1,Youtube,3,
ltr
item
Mas Da Bang: Media Tradisional vs Social Media: Esensi Perbedaannya
Media Tradisional vs Social Media: Esensi Perbedaannya
https://1.bp.blogspot.com/-3r3Rpek3Kco/WkpuIfba0ZI/AAAAAAAANhw/1fkkrPE9J5kUIWljJZcrcXQqET4jfEsAgCLcBGAs/s1600/Social-Media-Tips.png
https://1.bp.blogspot.com/-3r3Rpek3Kco/WkpuIfba0ZI/AAAAAAAANhw/1fkkrPE9J5kUIWljJZcrcXQqET4jfEsAgCLcBGAs/s72-c/Social-Media-Tips.png
Mas Da Bang
https://blog.itapuih.com/2018/11/media-tradisional-vs-social-media.html
https://blog.itapuih.com/
https://blog.itapuih.com/
https://blog.itapuih.com/2018/11/media-tradisional-vs-social-media.html
true
2732475762120586724
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy