5 Pertanyaan Penting Sebelum Desain Ulang Website

Setiap pemilik website, atau katakanlah minimum blog, pasti pernah merasakan betapa manis dan pahitnya sebuah desain baru, entah itu menggan...

Setiap pemilik website, atau katakanlah minimum blog, pasti pernah merasakan betapa manis dan pahitnya sebuah desain baru, entah itu mengganti theme atau template, mengganti platform cms, hingga sekedar rombak ulang strukturnya. Ada yang mendapatkan efek positif, namun tidak sedikit pula yang justru mengeluh lantaran hasilnya tidak memuaskan. Bagi bisnis, tampilan website adalah investasi mutlak; sebagai sarana pelayanan, informasi dan promosi, maupun branding.

Tidak heran jika budget yang harus dikeluarkan untuk desain dan pengembangan website bisa sangat besar. Tampilan dan fitur yang profesional menjadi salah satu penentu keberhasilan branding dan konversi. Pada satu titik tertentu, bisa jadi seorang pemilik website atau webmasternya merasa sebuah website harus mengalami perubahan, baik dari segi fungsi, fitur, hingga tampilan keseluruhan. Hal ini sah jika diperhitungkan dengan matang.
 5 Pertanyaan Penting Sebelum Desain Ulang Website

Tapi belum tentu itu menjadi sebuah keharusan. Pertanyaan-pertanyaan berikut bisa membantu anda untuk memutuskan apakah perombakan website yang anda rencanakan sebaiknya dilakukan atau tidak, atau setidaknya bisa ditunda dalam jangka waktu tertentu.

Apa tujuan dari website yang baru?


Sebelum memutuskan eksekusi desain ulang website, pikirkan secara strategis apa yang ingin dicapai. Apakah ingin menjual produk dengan lebih baik? Menambahkan atau mengganti fitur e-commerce misalnya. Apakah ingin menambahkan fitur-fitur baru yang sebelumnya belum ada dan sangat diperlukan? Apakah anda merasa website yang lama kurang memadai untuk melakukan strategi marketing baru? Apakah tampilannya kurang kekinian dan kurang profesional? Dan seterusnya.

Mendapatkan alasan yang kuat adalah hal penting. Jangan sampai perubahan website, khususnya dalam hal desain, hanya berlandaskan selera. Sebab jika hanya berdasar pada ini, anda berarti mengabaikan pengunjung. Motivasi paling kuat dan paling mendasar perubahan desain sebuah website sebaiknya dilandaskan pada aksesibilitas website dan pengayaan fitur. Desain yang fresh (tampilan baru) sebaiknya berada di prioritas buntut.

Apa yang tidak didapat dari website yang sekarang?


Apakah masalah-masalah yang ditemui pada website yang sekarang cukup kuat sebagai dasar perombakan website? Misalnya fitur e-commerce yang ada selalu bermasalah dan anda ingin mengganti dengan yang lebih baik. Berdasarkan pengamatan, apakah pengunjung merasa nyaman atau tidak nyaman dengan website yang sekarang? Analisis dengan baik, lalu simpulkan dengan membuat pertanyaan, Apa yang perlu diperbaiki? Misalnya, jika website anda tidak mobile-friendly, padahal sudah jelas pengguna perangkat mobile menjadi dominan saat ini, maka ini adalah alasan yang cukup kuat.

Salah satu tolok ukur tingkat kepuasan pengunjung bisa dianalisis melalui kondisi traffic. Misalnya, melalui Google Analytics, anda melihat penurunan traffic secara signifikan, bounce ratenya kurang memuaskan. Lihat apakah itu berkaitan dengan kondisi website saat ini, misalnya: aksesibilitas yang kurang baik, paduan warna website yang terlalu mengganggu konten dan kurangi kenyamanan, tidak adanya fitur penting yang seharusnya ada, apakah website terlalu lemot, dan lain sebagainya.
Garis bawahnya di sini adalah buat pertimbangan berdasarkan data, dan bukan dari emosi anda saat ini. Dengan demikian anda bisa mencari sumber masalah dengan tepat.

Apa yang harus dimiliki dan keren jika dimiliki?


Dua frase di atas cukup memberikan gambaran: mana yang harus diprioritaskan, apakah yang memang dibutuhkan, atau sekedar tampak hebat tapi sebenarnya kurang penting?

Sebagai pengalaman, seorang desainer, apapapun bidang desainnya, selalu dihantui rasa tidak puas terhadap desain yang telah dibuatnya. Alih-alih, bukannya segera menyelesaikan desain, dia terus mengutik-ngutik desainnya, perbaikan sana-sini, perombakan sana-sini, berhenti, melihat yang kurang, rombak lagi, dan seterusnya. Ini adalah sindrom. Dan ini ternyata tidak dialami oleh seorang desainer saja. Pemilik website yang ingin websitenya sempurna rupanya juga bisa mengalaminya. Rasa tidak puas muncul lantaran rasa ingin mendapatkan lebih, padahal mungkin yang dibutuhkan tidak sejauh itu. Bahkan mungkin akan mubazir jika ada.

Setiap perubahan itu ada tahapnya, dan saya menyebut website sebagai sebuah evolusi, bukan revolusi, alias perubahan tiba-tiba. Website berkembang, kebutuhan pengayaannya juga berkembang, berdasarkan perkembangan bisnis, bukan sebaliknya. Saya ingat betul ucapan seorang CEO digital agency yang entah saya sudah lupa baca di forum mana di search tidak ketemu; kurang lebih begini,
Ketahuilah, situs anda tidak akan pernah selesai, sampai kapanpun. Oleh karena itu, gunakan pendekatan iteratif. Fokuslah pada apa yang harus dimiliki sekarang dan rencanakan apa yang harus dikembangkan ke depan berdasarkan interaksi dan feedback dari user.

Seorang Mark Zuckerberg, pentolan Facebook, bersama timnya merencanakan dan memutuskan semua perubahan, pengembangan, dan perombakan situs social media nomer 1 ini melalui analisis feedback (dalam arti luas tentunya) dari user.

Apakah platform CMS yang saya gunakan sudah tepat?


Website berbasis Content Management System (CMS) sudah bukan trend lagi, tapi menjadi sebuah hal lumrah di dunia website. Website dengan pendekatan struktur atau bangunan manual sudah ditinggalkan. Jika pun ada jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Bisa anda bayangkan membuat ratusan halaman cara tradisional? Dimulai dari notepad sederhana, menuliskan berbaris-baris kode html, css, dan javascript, lalu mengubah jenis file dan mengunggahnya ke server. Tentu pekerjaan yang sangat membosankan. Jika website anda masih dalam bentuk seperti ini, jelas wajib diubah.

Jika anda sudah menggunakan platform CMS, pikirkan apakah platform tersebut sudah tepat dan sesuai dengan konsep bisnis anda. Platform Blogger milik Google bagaimanapun, menurut hemat saya, bukan pilihan tepat untuk bisnis, baik skala kecil maupun besar, karena keterbatasannya. Platform paling populer adalah WordPress, yang mendominasi CMS dunia. WordPress itu kaya, kaya dari segi pengembangan maupun dari segi penggunaan. Tidak sedikit e-commerce yang kini mempercayai platform ini. Tapi tidak menutup kemungkinan yang anda butuhkan adalah Drupal atau Joomla, mungkin? Atau platform CMS e-commerce yang jauh lebih kompleks seperti Magento? Pertimbangan ini di tangan anda. Konsultasikan dengan webmaster/developer pilihan anda jika kurang memahami. Yang jelas pastikan bahwa website anda sudah di tangan platform CMS yang tepat.

Lakukan sendiri atau serahkan pada ahlinya?


Tergantung dari kebutuhan perombakannya, menentukan apakah harus dilakukan sendiri atau di-outsource-kan menjadi penting. Jika anda memiliki tim sendiri, itu jelas jauh lebih baik. Jika anda benar-benar sendiri, tapi memahami apa yang harus dilakukan, itu juga baik. Keduanya merupakan alasan untuk menghemat biaya pengeluaran yang mungkin tidak sedikit.

Tapi, anda sendiri yang tahu batas anda. Jangan remehkan kekuatan profesionalitas dan skill yang mungkin bisa anda dapatkan dari orang lain. Minimal adalah saran dan arahan. Pertimbangan atau masukan dari orang lain bisa membuat proses desain ulang menjadi lebih mudah. Sudut pandang orang lain yang memahami, minimal aksesibilitas website (sebagai seorang pengunjung), bisa membuat anda tahu apa yang baik dan tidak. Termasuk dari segi konten.

Yang perlu diperhatikan adalah, untuk membuat website yang baik dari segala sisi untuk bisnis, anda membutuhkan pekerjaan tim: ahli pemasaran online, penulis konten (copywriter), desainer, developer, bahkan jika diperlukan seorang project manager. Sinergi kesemuanya menentukan website seperti apa yang dibutuhkan oleh bisnis website anda.
Happy redesigning!

COMMENTS

Name

Aceh,23,Adsense,8,BBM,3,Biography,1,Bitcoin,4,Blog,21,Blogger,12,Blogging,55,Business,14,Cerita,3,CPNS,1,Delicious,1,Design,1,DeviantART,1,Digg,1,Dollar,3,Dunia,13,Facebook,5,Flickr,1,Friendster,1,Gambar,2,Game,34,Gmail,1,Google+,4,Hosting,1,Inspirasi,2,Instagram,1,Internet,13,Interview,11,Kesehatan,2,LinkedIn,1,Makalah,7,Marketing,12,Meme,8,Money,3,Motivasi,2,MySpace,1,Outlook,1,Path,1,Pendidikan,10,Pengetahuan,4,Pinterest,1,Plugin,5,PNS,1,Reddit,1,Review,4,Seo,53,Smartphone,5,Social Media,38,Sukses,3,Sumatera Barat,16,Sumatera Utara,3,Templates,1,Tips,6,Toko Online,3,Top10,18,Tumblr,1,Tutorial,29,Tutorial Blog,146,Twitter,3,Umum,9,Vimeo,1,VK,1,Weebly,1,WhatsApp,1,Widget,55,Wisata,4,WordPress,14,Yahoo,1,Youtube,3,
ltr
item
Mas Da Bang: 5 Pertanyaan Penting Sebelum Desain Ulang Website
5 Pertanyaan Penting Sebelum Desain Ulang Website
https://2.bp.blogspot.com/-M96rNzC-EC0/W9qf9sM5GzI/AAAAAAAAOto/aVnucd0aqVov-9xTCNSPdtXaogsTDQ47QCLcBGAs/s1600/Design-1.png
https://2.bp.blogspot.com/-M96rNzC-EC0/W9qf9sM5GzI/AAAAAAAAOto/aVnucd0aqVov-9xTCNSPdtXaogsTDQ47QCLcBGAs/s72-c/Design-1.png
Mas Da Bang
https://blog.itapuih.com/2018/11/5-pertanyaan-penting-sebelum-desain.html
https://blog.itapuih.com/
https://blog.itapuih.com/
https://blog.itapuih.com/2018/11/5-pertanyaan-penting-sebelum-desain.html
true
2732475762120586724
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy